MATHORY AQUARTA
WHATSAPP : 085785995977 ( M3 )
FLEXI : 03517779727
INDUKAN
Susi
PEMACEK
Bulus
3.5 bulan / 3 ekor
Jamu Untuk Ayam Bangkok Aduan
: Ayam agar pertumbuhannya cepat selain di kasih makan juga harus rutin
di kasih jamu agar terhindar dari kermi, cacing-cacing dll, yang
nantinya akan mengurangi nafsu makan dan mengakibatkan ayam menjadi
kurus. kali ini jamu yang akan diberikan menggunakan bahan rempah-rempah
tradisional, seperti kunyit yang sudah dikenal sejak dahulu kala, zaman
nenek moyang kita. seperti kunir, temu lawak, kencur, jahe, daun
salam, dan wajan untuk memasaknya.., hehe.., selain rempah-rempah juga
tawon/lebah ason-ason juga bisa untuk jamu ayam bangkok.
Anak
ayam yang baru menetas masih dalam kondisi kritis hingga harus
terlindungi dari temperature udara luar, cuaca yang tidak stabil dan
penyakit, disinilah induk berperan secara naluri untuk melindungi dan
menjaga anaknya dari cuaca dan udara yang tidak bersahabat. Anak ayam
akan masuk kebagian sayap dan bagian tubuh lainya dari induk untuk
menghangatkan diri.
B. Perencanaan Agribisnis Tiktok
Memulai
suatu usaha memerlukan perencanaan karena dengan perencanaan yang matang
diharapkan usaha tersebut dapat berjalan lancar.
Beberapa komponen yang harus ditentukan sebelum memulai usaha beternak tiktok adalah sebagai berikut: 1. Menentukan tujuan usaha Jika tiktok diusahakan secara intensif dan sebagai sumber penghasilan utama maka jika memungkinkan usaha beternak tiktok ini dikembangkan untuk memenuhi pasokan di luar daerah. Namun jika usaha beternak tiktok hanya sebagai usaha sampingan maka cukup untuk memenuhi pasar lokal serta diusahakan tidak banyak modal dan banyak membutuhkan tenaga kerja. 2. Menentukan lokasi. Beternak tiktok dapat dilakukan hampir di semua daerah, di dekat pantai, di pegunungan, di daerah berumput maupun berbatu. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal peternak harus mempertimbangkan sifat tiktok yaitu tidak menyukai tempat bising atau ramai, misalnya tempat yang ramai dilaui kendaraan bermotor. Kondisi seperti ini menyebakan induk tidak mau bertelur. Selain itu peternak juga harus mempertimbangkan keberadaan lokasi beternaknya. Lokasinya harus jauh dari pemukiman penduduk karena tiktok mengeluarkan bau yang cukup tidak sedap.
Beberapa
faktor yang berpengaruh terhadap letak lokasi lokasi beternak tiktok :
3.
Akses jalan, listrik dan telepon
Akses jalan sangat penting untuk kelangsungan usaha beternak tiktok, karena banyak aktivitas yang dilakukan melalui akses jalan ini. Pengangkutan bahan baku pakan dan pengiriman daging ke konsumen pasti menggunakan fasilitas jalan. Listrik dan telepon juga sangat membantu kelancaran usaha ini. Listrik bisa digunakan untuk penghangat anak tiktok, penerangan, atau menghidupkan pompa air. Sementara telepon bisa digunakan untuk memesan bahan baku atau berhubungan dengan konsumen.
4.
Keberadaan lingkungan masyarakat
Keberadaan masyarakat setempat sangat berpengaruh terhadap usaha beternak tiktok. Interaksi dengan masyarakat setempat harus terjalin dengan baik agar usaha beternak tiktok yang dilakukan tidak mendapat hambatan dari mereka. Masyarakat setempat tidak akan memberikan izin tempat jika usaha tersebut mengganggu kehidupan mereka (akibat bau yang dikeluarkan tiktok). Karena itu peternak harus memperhatikan keadaan masyarakat setempat. Jika memerlukan tenaga tambahan sebaiknya mengambil tenaga kerja dari lokasi tersebut. Selain memberdayakan masyarakat setempat juga tenaga kerja tersebut bisa membantu untuk menjaga lokasi usaha
5.
Menentukan sistem pemeliharaan
a) Sistem pemeliharaan tradisional Yaitu beternak tiktok dilakukan dengan cara mengangon tiktok di hamparan sawah atau menggunakan sistem integrasi. Sistem integrasi padi sawah dengan tiktok akan lebih efektif bila padi ditanam dengan sistem jajar legowo. Penanaman dengan sistem jajar legowo akan memberikan ruang yang cukup luas bagi tiktok untuk beraktivitas terutama untuk mencari makan di lahan persawahan tersebut. |
||
Keuntungan
yang diperoleh dengan adanya tiktok di sawah antara lain membantu pemupukan
dari kotoran yang dihasilkan, meningkatkan kadar oksigen dalam tanah karena
aktivitasnya dan meminimalkan rumput, gulma maupun hama ( serangga, siput,
keong mas) karena dimakan tiktok. Sedang pakan untuk tiktok dapat
dikurangi karena sudah mendapat pakan tambahan dari rumput, gulma, serangga,
siput, keong mas dari sawah.
b) Sistem pemeliharaan
semi intensif
Yaitu dilakukan dengan cara mengagon dan mengandangkan tiktok. Tiktok yang masih muda dipelihara dengan cara diangon selanjutnya setelah siap dipanen tiktok dipelihara dalam kandang dan diberi pakan yang diramu sendiri. Di dalam kandang tiktok tidak begitu banyak melakukan aktivitas sehingga energi yang dihasilkan digunakan untuk menggemukkan daging.
c)
Pemeliharaan tiktok secara intensif
Pemeliharaan tiktok secara intensif dilakukan dengan cara mengandangkan tiktok, tanpa ada pengangonan selama masa pemeliharaan. Intensif merupakan kesatuan dari penggunaan teknologi, manajemen usaha, dan efisiensi. Teknologi yang digunakan adalah mengandangkan tiktok sehingga pengontrolan kesehatan tiktok dapat dilakukan dengan lebih baik. Manajemen usaha yang dimaksud adalah mengandangkan tiktok dan memberi makan tiktok menjadi lebih terkontrol sehingga biaya yang diperlukan bisa diperhitungkan dengan lebih tepat. Efisiensi tentunya karena menghemat lahan karena kandang bisa dibuat bertingkat. Pemeliharaan tiktok secara intensif dapat dibedakan menjadi dua fase, yaitu fase starter dan fase grower-finisher. Tiktok pada masa starter (0-3 minggu), harus mendapatkan asupan pakan dengan nilai nutrisi sesuai dengan kebutuhan ternak. Disamping itu, pada masa ini diperlukan penerangan pada malam hari serta dibuatkan kandang panggung supaya tiktok tidak kedinginan. Kepadatan tiktok per meter persegi sekitar 14-20 ekor. Umur potong tiktok 10 minggu, maka fase grower-finisher mulai dari 4-10 minggu. Fase ini membutuhkan biosekuritas yang baik, sanitasi dan ventilasi yang memadai, sehingga tiktok dapat tumbuh dengan optimal. Disamping itu, penerangan juga tetap diperlukan. Kandang yang digunakan bukan kandang panggung lagi, melainkan menggunakan kandang liter dengan kepadatan tiktok mulai dari 4-10 ekor per meter persegi. |
Pembelian DOT (Day Old
Tiktok)
|
||
100 ekor tiktok umur
sehari @ Rp5.500,-
|
:
|
Rp 550.000,-
|
Pembelian pakan starter
(500 gr/ekor)
|
||
Rp1.500,- (1 kg pakan =
Rp3.000,-) x 100 ekor tiktok
|
:
|
Rp 150.000,-
|
Total
|
:
|
Rp. 700.000,-
|
Rp25.000,- x 90 ekor
Rp2.250.000,-
|
:
|
Rp. 2.250.000,-
|
(dengan asumsi kematian 5%
atau 5 ekor)
|
||
Laba Bersih (Beli-Jual)
|
:
|
Rp. 1.550.000,-
|